Sunday, April 19, 2015

Muslim yang Baik Hindari Hal 'Gak Penting'

kucing tidur gak penting
MUSLIM yang baik akan selalu berusaha meninggalkan kesia-siaan atau menjauhi hal-hal yang gak penting dan tidak bermanfaat.  Orang beriman akan selalu berikhtiar mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat bagi diri dan orang lain, serta membawa dampak positif di dunia dan di akhirat.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:

“Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (HR Tirmidzi).

Imam Ibnu Rajab mengatakan dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam:

"Sesungguhnya barangsiapa yang baik Islamnya pasti ia meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting/bermanfaat baginya. Ukuran penting atau bergunanya itu tentu ditimbang dari syari'at, bukan menurut rasio atau akal, atau hawa nafsu.”

Umar bin Abdul Aziz berkata:
“Barangsiapa yang membandingkan antara ucapan dan perbuatannya, maka ia tidak akan berbicara kecuali hanya dalam hal yang penting saja.”

Imam Ibnu Qoyyim dalam Ad-Daa'u wad Dawaa' berkata, menjaga lisan dimaksudkan agar seseorang jangan sampai mengatakan hal yang sia-sia.

Bila hendak berkata, maka hendaknya dipikirkan apakah ada manfaat bagi dien/agamanya. Apakah akan terdapat manfaat dari apa yang diucapkannya itu?

Jika bermanfaat, maka katakan lagi, adakah kata-kata yang lain yang lebih bermanfaat atau tidak? Demikian Ibnu Qoyyim menegaskan hadits Rasul bahwa Muslim yang baik akan mengindari hal-hal yang sia-sia alias "gak penting". Wallahu a’lam bish-shawabi. (Sumber: Perpustakaan-Islam).*

Tuesday, April 14, 2015

Hukum Instal Aplikasi & Ringtone Al-Quran di HP (SmartPhone)

 Aplikasi & Ringtone Al-Quran
BAGAIMANA hukumnya memasang atau instal Software Aplikasi Al-Quran di HP atau SmartPhone? Apa hukumnya memasang Ringtone Suara Ngaji? Mengingat ‘kan Al-Quran itu disucikan dan diagungkan. Apakah hal tersebut diperbolehkan?

JAWAB: Sejauh ini kami berpendapat memasang aplikasi Al-Quran di HP boleh (mubah). Kami belum menemukan dalil yang melarangnya.

Menurut kami, menyimpan nash Al-Quran dalam HP sama hukumnya dengan menyimpannya di dalam komputer, yakni sama-sama boleh, asalkan tujuannya baik, yaitu untuk memudahkan kita ketika hendak membacanya atau mendengarkannya.

Salah satu ulama yang pernah membahas masalah ini adalah ulama Arab Saudi, Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah (Syeikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan).

Dalam sebuah fatwanya ia membolehkan menyimpan mushaf Al-Quran dalam HP dan membaca darinya (www.alfawzan.ws).

Hukum Ringtone Al-Quran

Lain halnya jika menggunakan Al-Quran sebagai nada dering (ringtone). Hal itu dilarang karena Al-Quran tidak diturunkan untuk yang demikian dan ini bukan termasuk memuliakan syiar-syiar Allah.

Jika suara bacaan Al-Quran digunakan sebagai ringtone, sama saja dengan memperlakukannya seperti nada dering, musik, atau lagu pada umumnya. Sedangkan Al-Quran sangat mulia, jauh lebih mulia.

Ditegaskan Syeikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan:

"Tidak boleh menggunakan dzikir-dzikir, khususnya Al-Quran Al-Karim dalam handphone sebagai ganti dari nada dering yang muncul ketika ada yang mau berbicara. Hendaknya memasang nada dering biasa, yang tidak ada musiknya, seperti nada dering jam, atau suara lonceng yang ringan. Adapun menggunakan dzikir , Al-Quran, dan adzan maka ini termasuk berlebih-lebihan dan termasuk penghinaan terhadap Al-Quran dan dzikir-dzikir tersebut. Demikian pula ketika memasuki kamar kecil/WC, hendaknya program Al-Qurannya dimatikan.” Wallahu a’lam bish-shawabi.*

Monday, April 13, 2015

Kisah Sedekah Pemilik Kebun

Kisah Sedekah Pemilik Kebun
Berbuat baik kepada apa pun makhluk bernyawa mendapatkan pahala. Bahkan berbuat baik kepada seekor anjing sekalipun!

ABU Hurairah r.a. berkata, Nabi Saw bersabda, ketika seseorang sedang berada di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, “Curahkanlah ke kebun Fulan.”

Maka bergeraklah awan itu, kemudian turun sebagai hujan di suatu tanah yang keras berbatuan. Lalu, salah satu tumpukan dari tumpukan bebatuan tersebut menampung seluruh air yang baru saja turun, sehingga air mengalir ke suatu arah.

Ternyata, air itu mengalir di sebuah tempat di mana seorang laki-laki berdiri di tengah kebun miliknya sedang meratakan air dengan cangkulnya.

Lalu orang tersebut bertanya kepada pemilik kebun, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?” Ia menyebutkan sebuah nama yang pernah didengar oleh orang yang bertanya tersebut dari balik mendung.

Kemudian pemilik kebun itu balik bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menanyakan nama saya?” Orang itu berkata, “Saya telah mendengar suara dari balik awan, ‘Siramilah tanah Si Fulan,’ dan saya mendengar namamu disebut. ”Apakah sebenarnya amalanmu (sehingga mencapai derajat seperti itu)?”

Pemilik kebun itu berkata, “Karena engkau telah menceritakannya, saya pun terpaksa menerangkan bahwa dari hasil (kebun ini), sepertiga bagian langsung saya sedekahkan (infak) di jalan Allah swt., sepertiga bagian lainnya saya gunakan untuk keperluan saya dan keluarga saya, dan sepertiga bagian lainnya saya pergunakan untuk keperluan kebun ini.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda, “Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan.

Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.”

Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau saw. menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala.” (Muttafaq ‘alaih). Wallahu a’lam bish-shawabi.*

Saturday, April 4, 2015

Membersihkan Najis Air Seni Anak Kecil

Membersihkan Najis Air Seni Anak Kecil
Cara Membersihkan Najis Air Seni Anak Kecil

Assalamualaikum... mau tanya klo kita sedang memangku anak kecil pada saat mau berangkat kerja dan terkena hadast kecil (air seni), apakah kita bisa berganti baju saja ataukah harus mandi lagi dan mengganti baju, minta penjelasannya nuhun. (tedd)

JAWAB: Wa'alaikum salam wr wb. Yang terbaik adalah mengganji baju dan membasuh anggota badan yang terkena air seni itu, atau cukup mencuci bagian baju dan membasuh anggota badan yang terkena air seni.

Air kencing bayi laki-laki yang hanya minum susu ibunya adalah najis ringan (mukhaffafah). Untuk membersihkannya cukup dengan memercikkan air atau menyiramkannya di atas bagian yang terkena najis, tanpa dikucek dan tanpa diperas.

Nabi Saw pernah memangku anak kecil. Tiba-tiba anak itu kencing di pangkuan beliau. Beliau meminta air dan memercikkan di atasnya, tanpa mencucinya.(HR Bukhori dan Muslim).

Jika umur si anak sudah lebih dari dua tahun, maka air ken­cingnya wajib dibasuh dengan air, walaupun ia belum memakan makanan selain susu ibu (ASI).

Begitu juga, wajib membasuh air kencingnya bila anak tersebut telah memakan makanan selain susu, walau­pun hanya memakan sekali. 

Namun, jika makanan selain susu yang dimakan itu bukan dimaksudkan sebagai makanan, misalnya sebagai obat, maka cukup membersihkannya dengan memercik­kan air, sekalipun obat itu terbukti berfungsi sebagai makanan juga.

Sedangkan untuk bayi perempuan, air kencingnya harus dicuci, karena hukum asal air kencing adalah najis, maka harus dicuci. Wallahu a'lam bish-showabi.*

Tuesday, March 10, 2015

Menggerakkan Jari Telunjuk saat Tahiyat dalam Sholat

Menggerakkan Jari Telunjuk saat Tahiyat dalam Sholat
Hukum Menggerakkan Jari Telunjuk saat Tahiyat dalam Sholat

TANYA:
Apakah jari telunjuk itu degerakkan sejak awal doa tahiyat (awal n akhir) atau pas kita membaca syahadat? Terima kasih.wass.

JAWAB: Sebelumnya, menggerakkan jari telunjuk saat tahiyah dalam shalat itu "tidak harus" alias "tidak wajib" karena tidak termasuk rukun shalat dan bukan syarat sah shalat. Artinya, boleh dilakukan, boleh juga tidak. Bebas lah...

Menggerakkan jari telunjuk boleh dilakukan sejak awal tasyahud, boleh juga sejak doa tahiyat.

Sebagian ulama berpendapat, menggerakkan jari telunjuk tidak dimulai dari awal tasyahud, tetapi dimulai dari awal do’a. Pendapat ini juga dipegang oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dalam kitabnya, Fatawa Arkanul Islam:

Menggerakkan jari telunjuk dilakukan pada waktu berdoa, bukan di semua waktu tasyahud. Jika kamu berdoa di waktu tasyahud, maka gerakkan jari telunjukmu, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits, "Menggerakkannya seraya berdoa dengannya...."

Tempat-tempat berdoa dalam tasyahud adalah: "Assalamu 'alaika ayyuha an-nabiyu wa rahmatullah wa barakatuhu. Assalamu 'alaina wa 'ala ibadillahi Ash-Shalihin. Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad… dst.”

Kalangan ulama Syafi’iyah berpendapat, memberi isyarat dengan jari telunjuk hanya dilakukan sekali saja, yaitu waktu membaca "Illallohu" ketika syahadah.

Madzhab Imam Abu Hanifah berpendapat, mengangkat jari telunjuk itu ketika dalam syahadah, yaitu ketika membaca "La Ilaha" dan meletakkannya kembali ketika membaca "Illallahu".

Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika menyebut nama Allah tanpa menggerakkannya.

Menggerakkan secara terus-menerus dari awal tasyahud dikemukakan Syaikh Al-Albani dalam kitabnya, Fi Shifat Ash-Shalat:

“Disunnahkan untuk terus berisyarat dengan telunjuk dan menggerak-gerakannya sampai salam, karena do’a dilaksanakan sebelum salam dan ini juga merupakan pendapat Imam Malik dan yang lainnya.” Wallahu a’lam bish-shawabi.*

Hukum Shalat Tahajud Berjamaah

Hukum Shalat Tahajud Berjamaah
Bagaimana Hukumnya Sholat Tahajud Berjamaah? Apakah ada contohnya dari Rasulullah Saw?

TANYA:
Assalamualaikum,... mau nanya... kalau sholat malem (tahajjud) itu apa boleh dkerjakan berjama'ah layaknya solat wajib, trus sbelum/sesudah'a tahajud apa ada sholat sunah lagi yg hrs dkerjakan? 

Bacaan surat'a apa bebas, dtunggu jwbn'a segera. 

Maaf 1 lagi. kalau sudah selesai tahajjud. memperbanyak bacaan apa? Wassalam

JAWAB: Wa’alaikum salam wr. Wb. Rasulullah Saw tidak memerintahkan atau menganjurkan shalat tahajud secara berjamaah, tetapi sendiri (munfarid).

Shalat sunah yang disyari’atkan dan dicontohkan Rasul Saw adalah shalat tahajud bulan Ramadhan, yakni Shalat Tarawih, itu pun (tarawih berjamaah di masjid) hanya dilakukan beliau pada hari pertama dan kedua, selanjutnya beliau kerjakan sendiri di rumah.

"Dari Aisyah Ra. sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam pernah melaksankan sholat kemudian orang-orang sholat dengan sholatnya tersebut, kemudian beliau sholat pada malam selanjutnya dan orang-orang yang mengikutinya tambah banyak kemudian mereka berkumpul pada malam ke tiga atau keempat dan Rasulullah SAW tidak keluar untuk sholat bersama mereka. Dan di pagi harinya Rasulullah SAW berkata, “Aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar (sholat) bersama kalian kecuali bahwasanya akau khawatir bahwa shalat tersebut akan difardukan.” Rawi hadits berkata, “Hal tersebut terjadi di bulan Ramadhan.” (HR Bukhori dan Muslim).

Selain shalat sunat Tarawih, yang disyari;atkan berjamaah adalah shalat sunat Istisqa (mohon hujan), shalat Id, salat gerhana, salat istisqa, dan salat witir pada bulan Ramadhan.

Jika shalat tahajud berjamaah itu lebih baik, tentu Rasulullah Saw dan para sahabat akan lebih dahulu mengacarakannya dan mendawamkannya.

Jadi, pada dasarnya, shalat sunah berjamaah pada selain yang disebutkan di atas, harus dikerjakan secara sendiri-sendiri.

Tidak Ada Larangan
Namun, juga tidak ada larangan jika shalat tahajud dilakukan secara berjamaah.

Sebagian ulama membolehkan tahajud berjamaah, berdasarkan hadits Ibnu Abbas. Ia tidur pada suatu malam di rumah Rasulullah, lalu Rasulullah bangun untuk mengerjakan shalat malam, maka Ibnu Abbas pun bangun dan berdiri di sisi kiri Rasulullah, lantas Rasulullah menarik kepalanya dari belakangnya, lalu menjadikannya berdiri di sisi kanan Rasulullah. (HR. Bukhari).

Hanya saja, patut digarisbawahi, dalam kasus di atas, Ibnu Abbas bermakmum setelah Nabi Saw mulai shalat. Sekiranya Nabi akan mencontohkan tahajud berjamaah, tentu beliau mengajak sejak awal kepada Ibnu Abbas untuk shalat tahajud secara berjamaah.

Hal itu diperkuat dengan hadits: Rasulullah Saw pernah menganjurkan salat tahajud kepada Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Bahkan secara sengaja beliau datang ke rumahnya. Tetapi hal itu tidak disertai ajakan berjamaah (HR. Bukhari).

Jadi, Rasulullah Saw tidak pernah sengaja tahajud berjamaah, apalagi sampai mengajak atau menganjurkan. Bahkan Rasul menganjurkan shalat sunah itu di rumah (sendirian). “Shalatlah di rumah-rumah kalian karena sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang itu di rumahnya selain Salat Wajib” (HR. Al-Bukhari  dan Muslim).
Bacaan Surat dalam Shalat Tahajud
Surat yang dibaca Rasulullah Saw dalam shalat tahajud adalah raka’at pertama setelah Al-Fatihah membaca QS. Al-Baqarah:284-286.

Pada raka’at kedua setelah membaca Al-Fatihah adalah QS. Ali Imron 18-19 dan 26-27. Namun, jika belum hafal ayat-ayat tersebut, tentu saja boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Doa yang dibaca setelah shalat tahajud adalah doa keselamatan dan mohon ampunan. Rasul misalnya membacaRabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar” (Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka) dan “Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih” (Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan aku pun bertaubat kepada-Nya). Wallahu a’lam bish-shawabi.*

Sunday, March 1, 2015

Kunci Kebaikan & Ketenangan Jiwa Itu Bernama Dzikir

Kunci Kebaikan & Ketenangan Jiwa Itu Bernama Dzikir, senantiasa mengingat Allah, menghadirkan Allah dalam hati. Dzikir akan memandu perbuatan baik, sekaligus mendatangkan ketentraman batin. Dzikir terbaik adalah dengan suara lembut, dalam hati, tidak keras-keras.

dzikir ingat allah
DZIKIR adalah penentram jiwa, sumber kebaikan, mengundang pahala yang besar, pengusir setan, menghidupkan hati, penolak siksa Allah, ibadah paling mudah, dan tanaman surga.

Dzikir (meningat Allah SWT) adalah amalan terbaik yang mendekatkan diri seorang Muslim kepada Allah SWT. Dengan dzikir, ia selalu mengingat perintah dan larangan-Nya, juga mengingat yang disukai dan dibenci-Nya, sehingga ia pun senantiasa berlaku kebakan dan menjauhi kemaksiatan.

Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbain dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian, ia lebih baik dari berinfak emas dan perak dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab:’ ya’, lalu Rasululloh menjawab: “Dzikrullah”“. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

KEUTAMAAN DZIKIR
Berikut ini beberapa keutamaan dan faidah dzikir:

1. Penentram jiwa.
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28)

2. Pahala yang besar.
“...Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzaab. :35)

3. Pengusir setan.
Dan Aku (Yahya bin Zakariya) memerintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Permisalannya itu seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba tidak dapat melindungi dirinya dari syeitan kecuali dengan dzikir kepada Allah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

4. Menghidupkan hati. 
“Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan, lalu bagaimana keadaan ikan jika kehilangan air?’ (Ibnu Taimiyah).

5. Penolak siksa Allah. 
Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari dzikrullah.” (HR Ahmad).

6. Ibadah paling mudah. 
“Dzikir adalah ibadah yang paling mudah namun paling agung dan utama, karena gerakan lisan adalah gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan mudah...” (Ibnul Qayim).

7. Tanaman surga.
Aku berjumpa dengan Ibrohim pada malam isra’ dan mi’roj, lalu ia berkata: “Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa syurga memiliki tanah yang terbaik dan air yang paling menyejukkan. Syurga itu dataran kosong (Qai’aan) dan tumbuhannya adalah (dzikir) Subhanallahi Wala ilaha illa Allah wallahu Akbar.” (HR. Tirmidzi).

Dzikir adalah amalan hati, amaliyah qolbiyah. Orang yang lisannya mengucapkan lafadz dzikir, seperti takbir, tahlil, tahmid, dan kalimah thayibah lainnya, belum bentu hatinya berdzikir. Sering antara lisan dan hati "tidak sejalan".

Maka, utamakan dzikir dalam hati, menghadirkan Allah dalam diri, bukan "teriak-teriak" dengan Asma Allah, namun hatinya entah ke mana.

Dzikir terbaik adalah dengan suara lembut, dalam hati, tidak keras-keras.

Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu, dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf:205). Wallahu a’lam bish-shawabi.*